Test our Agent, Currently We are on Alpha↗
Hellowayang Hellowayang WIB
← Kembali ke Semua Artikel
Budaya & Maritim

Kapal Pinisi: Warisan Dunia UNESCO yang Membawa Orang Bugis ke Afrika

Tanggal Terbit
13 Juli 2026
Waktu Baca
2 Menit
Kategori
Budaya & Maritim
Penulis
Tim Hellowayang

Banyak orang mengira Pinisi adalah nama sebuah kapal. Padahal, pinisi (atau phinisi) sebenarnya merujuk pada jenis sistem layar, tiang, dan konfigurasi tali dari kapal layar tradisional Indonesia. Di balik namanya yang melegenda, tersimpan kisah kegagahan bangsa bahari yang diakui hingga ke tingkat dunia.

Pinisi Itu Sistem Layar, Bukan Nama Kapal

Kapal pinisi pada umumnya memiliki dua tiang utama dan tujuh buah layar: tiga di ujung depan, dua di tengah, dan dua di belakang dengan ukuran lebih besar. Uniknya, sistem layar pinisi terinspirasi dari sistem schooner-ketch bangsa Eropa, tetapi dengan pembeda khas: layar Eropa digulung ke atas, sedangkan layar pinisi digulung memanjang ke arah depan.

Karya Panrita Lopi dari Sulawesi Selatan

Pinisi adalah kapal tradisional masyarakat Bugis, yang sejak zaman dulu dikenal sebagai pembuat perahu dan pelaut ulung. Kapal ini diperkirakan sudah dibuat sejak abad ke-14 oleh Suku Bugis dan Suku Konjo Pesisir di Sulawesi Selatan. Para ahli perahu — disebut panrita lopi — berasal dari Tanah Lemo dan Desa Ara, dan mewariskan keahlian membangun kapal secara turun-temurun hingga kini.

Menembus Samudra hingga Afrika dan Eropa

Dengan kapal pinisi, orang Bugis mampu menerjang ombak ganas dan menyeberangi benua hingga Afrika dan Eropa. Awalnya kapal ini digunakan para leluhur untuk memancing dan mengangkut barang. Seiring waktu, fungsinya bergeser menjadi kapal ekspedisi dan kapal komersial — termasuk untuk menikmati keindahan perairan Indonesia.

Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

Sejak Desember 2017, kapal pinisi resmi ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda dunia. Penetapan itu tercatat sebagai “Pinisi: Art of Boatbuilding in South Sulawesi” — pengakuan atas seni pembuatan kapal pinisi di Sulawesi Selatan, dan penegasan identitas Indonesia sebagai bangsa bahari.

Penasaran dengan budaya dan sejarah daerah lain di Nusantara? Tanyakan langsung — dengan jawaban yang bisa ditelusuri sumbernya — di hellowayang.com/chat.

Sumber

  • Knowledge base budaya Hellowayang — dikurasi dari repositori budaya dan literatur tradisi Nusantara
  • UNESCO Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity (2017): Pinisi, art of boatbuilding in South Sulawesi
  • Buku “Perahu Pinisi Membelah Ombak Mengarungi Samudera” (2021)
ChatGPT nebak. Hellowayang ngutip.

Jawaban Real-Time, Selalu dengan Sumbernya

Tanya apa saja tentang Indonesia — regulasi, budaya, data ekonomi — dan dapatkan jawaban real-time dengan sumbernya. Gratis untuk mulai.

Mulai Chat Gratis →