Test our Agent, Currently We are on Alpha↗
Hellowayang Hellowayang WIB
← Kembali ke Semua Artikel
Kuliner Nusantara

Kue Jongkong: Legitnya Jajanan Tradisional Bangka Belitung

Tanggal Terbit
13 Agustus 2026
Waktu Baca
2 Menit
Kategori
Kuliner Nusantara
Penulis
Tim Hellowayang

Bangka Belitung tidak hanya menyimpan kekayaan rempah dan sambal rusip yang menggigit. Di balik pesona kuliner pesisirnya, ada jajanan tradisional manis yang mungkin mulai langka, yaitu kue jongkong. Meski sederhana, kue ini menyimpan cita rasa yang sulit dilupakan.

Mengenal Kue Jongkong dan Sebutan Lainnya

Kue jongkong merupakan kudapan khas Bangka Belitung yang juga dikenal dengan nama kue pandan pelita atau kue sampan. Ketiga nama itu sama-sama merujuk pada jajanan yang sama, hanya berbeda penyebutan di tiap daerah atau generasi. Keunikan kue ini terletak pada lapisan-lapisannya yang kontras, mulai dari warna hingga tekstur.

Bahan Dasar dan Tiga Lapisan Warna

Kue jongkong dibuat dari campuran tepung beras, tepung tapioka, kelapa muda, garam, dan gula merah. Adonan tersebut kemudian disusun menjadi tiga lapisan: cokelat di bagian dasar, hijau di tengah, dan putih di atas. Warna cokelat berasal dari gula merah halus, warna hijau dari daun pandan yang memberi aroma wangi, sedangkan lapisan putih merupakan perpaduan tepung dan santan.

Tidak semua kue jongkong memiliki tiga lapisan; ada juga versi yang hanya terdiri dari dua lapis. Namun, versi tiga lapis tetap paling ikonik karena menampilkan harmoni warna dan rasa yang khas.

Variasi Rasa dan Cita Rasa yang Menggoda

Selain versi original, kue jongkong hadir dalam beberapa variasi seperti jongkong bubur sumsum, jongkong lapis, dan jongkong ketan hitam. Meski begitu, jongkong original masih menjadi favorit banyak orang. Perpaduan lapisan putih yang gurih dan lapisan hijau yang manis, ditambah siraman kuah gula merah, menghasilkan rasa legit yang memanjakan lidah. Aroma pandan yang harum semakin menambah kenikmatan setiap suapan.

Daya Tahan dan Penyajian dari Masa ke Masa

Karena menggunakan santan dan kelapa segar tanpa bahan pengawet, kue jongkong hanya bisa bertahan sekitar satu hari. Oleh karena itu, kudapan ini sebaiknya segera dinikmati setelah dibeli. Dari segi penyajian, dahulu kue jongkong sering diletakkan di dalam kaleng bekas, tetapi kini lebih umum disajikan dalam wadah plastik transparan agar lebih praktis dan tampilannya lebih menarik.

Kue jongkong adalah salah satu warisan kuliner Bangka Belitung yang patut dilestarikan. Jika Anda ingin menggali lebih dalam tentang jajanan tradisional Nusantara atau sekadar berbagi cerita, kunjungi hellowayang.com/chat dan temukan banyak informasi menarik lainnya.

Sumber

  • remas.nu
ChatGPT nebak. Hellowayang ngutip.

Jawaban Real-Time, Selalu dengan Sumbernya

Tanya apa saja tentang Indonesia — regulasi, budaya, data ekonomi — dan dapatkan jawaban real-time dengan sumbernya. Gratis untuk mulai.

Mulai Chat Gratis →