SobatHW, saat melihat Tongkonan, perhatian kita mungkin langsung tertuju pada atapnya yang menjulang. Namun, bagian depan dan dinding rumah adat Toraja ini juga menyimpan hal menarik: susunan tanduk kerbau dan ukiran yang memuat pesan kehidupan. Jika filosofi atap Tongkonan memperkenalkan bentuk bangunannya, mengenali ornamen membantu kita memahami nilai yang diwariskan melalui rumah adat tersebut.
Jejak Tanduk Kerbau di Bagian Depan
Pada bagian depan Tongkonan, tanduk kerbau tersusun di tiang yang menjulang. Tanduk-tanduk itu berkaitan dengan kerbau yang dikorbankan dalam upacara keluarga, terutama pemakaman. Banyaknya tanduk dapat menunjukkan kemampuan ekonomi dan kedudukan keluarga dalam lingkungan adat. Hal ini juga disebut dalam penjelasan Indonesia Travel tentang Tongkonan di Ke’te Kesu’. Susunan tanduk perlu dipahami bersama konteks upacaranya, bukan sekadar dihitung sebagai ukuran tunggal status seseorang.
Pa’tedong: Ukiran Kepala Kerbau
Tanduk yang dipasang di rumah berbeda dengan Pa’tedong, motif ukiran berbentuk kepala kerbau. Dalam kajian Jainuddin, Elia Steven Silalong, dan Agustan Syamsuddin di jurnal Delta-Pi, motif ini dijelaskan sebagai lambang kemakmuran. Bentuk kerbau menyampaikan harapan akan kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat Toraja. Penelitian tersebut membahas seni ukir pada alang, yaitu lumbung padi, yang berada dalam lingkungan bangunan adat bersama Tongkonan.
Ayam Jantan dan Matahari
Pa’ Manuk Londong menampilkan bentuk ayam jantan. Dalam penelitian yang sama, motif ini dikaitkan dengan kepemimpinan yang arif, keberanian, dan sifat dapat dipercaya. Pa’ Barre Allo, yang mengambil bentuk matahari, melambangkan sumber kehidupan. Melalui dua bentuk yang mudah dikenali dari alam, seni ukir Toraja menyampaikan gagasan tentang cara menjalani hidup dan memimpin. Maknanya memberi kita alasan untuk memperhatikan motif, bukan hanya menikmati keindahan polanya.
Pesan Kehidupan dalam Passura’
Seni ukir Toraja dikenal sebagai passura’. Ukiran dapat memuat nasihat tentang bekerja keras, saling menghargai, dan menjaga persatuan serta kekeluargaan. Karena kajian Delta-Pi berfokus pada alang, penjelasannya perlu dibaca sesuai konteks itu. Untuk mengenali motif pada sebuah Tongkonan tertentu, penjelasan keluarga atau pemangku adat setempat tetap membantu: arti ornamen berkaitan dengan kehidupan masyarakat yang merawatnya.
Tanduk kerbau dan ukiran mengajak kita melihat Tongkonan sebagai bagian dari kehidupan keluarga dan adat Toraja. Saat berkunjung, cobalah mengenali bentuk ornamen dan bertanya dengan hormat kepada warga atau pemangku adat tentang maknanya. Ingin menelusuri cerita rumah adat dan seni Nusantara lainnya? Lanjutkan obrolan bersama Hellowayang di hellowayang.com/chat.