Di ketinggian Kampung Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berdiri tujuh rumah kerucut yang memukau dunia. Mbaru Niang — rumah adat lima lantai setinggi belasan meter — dibangun tanpa satu paku pun, dan setiap detailnya menyimpan makna adat yang dalam.
Rumah Kerucut Setinggi Lima Belas Meter
Selain terkenal karena pemandangan alamnya yang indah, Wae Rebo memiliki rumah adat peninggalan nenek moyang Suku Manggarai, yaitu Mbaru Niang. Rumah ini berbentuk kerucut dengan tinggi mencapai lima belas meter dan terdiri dari lima lantai.
Tujuh Rumah, Tujuh Arah Mata Angin
Mbaru Niang berjumlah tujuh bangunan, dengan satu bangunan terbesar berada di tengah. Jumlah tujuh ini memiliki arti untuk menghormati tujuh arah mata angin dari puncak-puncak gunung yang mengelilingi Wae Rebo — cara masyarakat menghormati roh-roh yang memberi kesejahteraan. Bagi warga, Mbaru Niang adalah simbol perlindungan, persatuan, dan pusat kegiatan sosial serta adat.
Berdiri Tanpa Paku
Keunikan Mbaru Niang terletak pada materialnya. Atapnya yang tinggi terbuat dari ijuk (wunut), sementara dindingnya dari kayu dan bambu. Dalam mendirikannya, masyarakat adat Manggarai tidak menggunakan paku, melainkan mengikat setiap bagian dengan rotan secara tradisional.
Lima Lantai dengan Fungsi Berbeda
Setiap lantai Mbaru Niang memiliki fungsi tersendiri: Lutur (lantai 1) sebagai tempat tinggal dan berkumpul keluarga; Lobo (lantai 2) sebagai loteng penyimpan bahan makanan; Lentar (lantai 3) untuk menyimpan benih tanaman pangan seperti jagung, padi, dan kacang; Lempa Rae (lantai 4) untuk cadangan makanan saat kekeringan; dan Hekang Kode (lantai 5) sebagai tempat meletakkan sesajian bagi leluhur.
Mbaru Niang adalah satu dari kekayaan adat Manggarai yang juga melahirkan Tari Caci dan sajian Tapa Kolo.
Ingin menelusuri sejarah dan budaya Nusantara lebih dalam — dengan jawaban yang bisa ditelusuri sumbernya? Tanyakan langsung di hellowayang.com/chat.
Sumber
- Knowledge base budaya Hellowayang — dikurasi dari repositori budaya dan literatur tradisi Nusantara
- Dokumentasi rumah adat Mbaru Niang, Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur