Di ujung barat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, tersembunyi sebuah pulau kecil yang menyajikan keindahan luar biasa sekaligus menyimpan kisah pilu. Pulau Satonda, demikian namanya, dikenal sebagai pulau terlarang karena legenda putri cantik yang dikutuk. Di balik pasir putih dan lautnya yang jernih, ada cerita turun-temurun yang membuat siapa pun enggan menetap di sana.
Lokasi Pulau Satonda dan Keindahan Alamnya
Pulau Satonda terletak di Laut Flores, sekitar 3 kilometer dari Semenanjung Sanggar atau 30 kilometer dari Gunung Tambora. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Desa Nangamiro, Kabupaten Dompu. Pesisirnya dihiasi pasir putih yang bersih, sementara panorama alamnya memukau. Keindahan bawah lautnya juga menakjubkan, menjadikannya salah satu destinasi wisata bahari yang layak dikunjungi. Jika Anda menjelajah Pulau Sumbawa, jangan lewatkan pula Air Terjun Mata Jitu Sumbawa yang pernah dikunjungi Putri Diana.
Pulau Vulkanik yang Menjadi Taman Wisata Alam Laut
Menurut berbagai penelitian, Pulau Satonda sebenarnya adalah pulau vulkanik yang muncul dari kedalaman 1.000 meter di bawah permukaan laut. Letusan gunung purba di masa lampau meninggalkan jejak berupa pulau seluas 2.600 hektare. Kini, pulau tak berpenghuni ini berstatus Taman Wisata Alam Laut (TWAL) sekaligus menjadi lokasi konservasi dan laboratorium penelitian alam.
Legenda Dae Mingga, Putri Cantik dari Sanggar
Dahulu kala, hiduplah seorang putri cantik bernama Dae Mingga dari Sanggar. Parasnya yang memesona—wajah putih bersih dan rambut hitam panjang—membuat banyak pangeran dari kerajaan tetangga jatuh hati. Mereka berlomba-lomba meminang sang putri, tetapi justru memicu peperangan antar kerajaan yang memperebutkan hatinya.
Pengasingan dan Sumpah yang Menjadikan Pulau Satonda Terlarang
Untuk meredakan konflik, penduduk dan keluarga kerajaan akhirnya memutuskan untuk mengasingkan Dae Mingga ke Pulau Satonda. Naas, saat ditemukan, sang putri mengapung di atas rakit di tengah danau pulau tersebut. Sebelum naik ke rakit, ia mengucapkan sumpah terakhirnya: tidak ada wanita yang memiliki keanggunan dan kecantikan dalam satu waktu. Jika ia anggun, maka ia tidak cantik; jika ia cantik, maka ia tidak anggun. Sumpah itu dimaksudkan agar tidak ada gadis tak bersalah yang dikorbankan seperti dirinya. Sejak saat itu, Pulau Satonda dijuluki pulau terlarang atau pulau terkutuk dan tidak boleh dihuni siapa pun.
Pesona Pesisir dan Alam Bawah Laut yang Menakjubkan
Terlepas dari kisah mistisnya, Pulau Satonda menyuguhkan panorama alam yang memesona. Hamparan pasir putih di pesisirnya bersih dan mempesona, sementara keindahan alam bawah lautnya menakjubkan. Bagi pencinta wisata bahari, pulau ini menawarkan pengalaman menikmati keindahan laut Flores yang masih alami.
Pulau Satonda adalah perpaduan antara pesona alam dan warisan budaya yang menggetarkan. Jika Anda tertarik dengan cerita rakyat Nusantara atau ingin merencanakan perjalanan ke destinasi penuh legenda, kunjungi hellowayang.com/chat untuk berdiskusi dan mendapatkan inspirasi wisata.
Sumber
- MLDSpot – Cerita dari Pulau Satonda