Jakarta, ibu kota Indonesia, kian mempesona dengan siluet pencakar langitnya yang tak terhitung. Namun, sebelum gedung-gedung supertinggi itu menghiasi kota, ada satu bangunan yang menjadi tonggak sejarah: Wisma Nusantara. Tahukah Sobat bahwa gedung ini adalah pencakar langit pertama di Indonesia?
Awal Mula Pencakar Langit di Jakarta
Pada tahun 1970-an, Indonesia sedang menggeliat membangun ekonomi. Pembangunan infrastruktur modern menjadi prioritas, termasuk gedung-gedung tinggi. Sebelum Wisma Nusantara hadir, Jakarta hanya memiliki bangunan seperti Hotel Indonesia yang menjadi ikon. Namun, tinggi Hotel Indonesia yang hanya 56 meter tak sebanding dengan ambisi menciptakan pencakar langit pertama negeri ini.
Mengalahkan Hotel Indonesia dan Menyaingi Monas
Dengan tinggi mencapai 117 meter, Wisma Nusantara langsung mencuri perhatian. Ia bahkan melampaui Hotel Indonesia yang saat itu menjadi bangunan paling termasyur. Tak hanya itu, gedung ini juga diklaim menyamai tinggi Monumen Nasional, simbol kebanggaan nasional. Meski sebenarnya Monas menjulang 132 meter hingga pelataran puncak, persepsi waktu itu menempatkan Wisma Nusantara sejajar dengan tugu ikonik tersebut.
Desain Megah dan Ruang Observasi
Wisma Nusantara tidak hanya tinggi, tetapi juga dirancang dengan fasilitas modern pada masanya. Struktur bangunan terdiri dari 30 lantai. Yang istimewa, pada lantai 20 dan 30 tersedia ruang observasi. Dari ruangan ini, pengunjung dapat menikmati pemandangan Jakarta 360 derajat—mulai dari pelabuhan Tanjung Priok hingga kawasan Glodok yang padat. Lawang Sewu di Semarang pun memiliki daya tarik sejarah, namun Wisma Nusantara menawarkan perspektif berbeda: Jakarta dari ketinggian di era 1970-an.
Diresmikan Soeharto, Simbol Kemajuan Ekonomi
Presiden Soeharto meresmikan Wisma Nusantara pada 2 Desember 1972. Momen ini menjadi penanda bahwa Indonesia mampu membangun gedung pencakar langit dengan teknologi dalam negeri. Selesainya Wisma Nusantara disambut sebagai bukti kemajuan ekonomi dan industri, sekaligus memicu lahirnya gedung-gedung tinggi lain di sepanjang Jalan Thamrin dan Sudirman.
Menengok kembali sejarah Wisma Nusantara membuat kita makin menghargai perjalanan arsitektur dan pembangunan Indonesia. Untuk Sobat yang ingin berdiskusi lebih dalam tentang destinasi wisata, budaya, atau arsitektur Nusantara, kunjungi hellowayang.com/chat dan bagikan ceritamu!
Sumber
- Dokumentasi internal HelloWayang: ‘Wisma Nusantara, Pencakar langit pertama di Indonesia’ (2021).