Mendengar kata seblak, hampir semua orang langsung membayangkan semangkuk kuah merah pedas dengan kerupuk kenyal, bakso, telur, dan ceker ayam. Namun di balik kelezatannya, asal usul seblak ternyata masih jadi perbincangan: apakah lahir di Cianjur, Bandung, atau justru terinspirasi dari kuliner Jawa Tengah? Mari kita telusuri jejaknya.
Mengenal Seblak dan Ragam Variannya
Pada dasarnya seblak adalah olahan kerupuk yang direbus atau dimasak dengan bumbu halus seperti bawang merah, bawang putih, garam, kencur, cabai rawit, kunyit, dan penyedap. Teksturnya bisa lunak dan kenyal, dengan tambahan mie kuning, makaroni, atau aneka topping seperti tahu, bakso, telur orak-arik, kol, ayam, ceker, sosis, dan kikil. Secara umum seblak terbagi dua: seblak kering yang renyah dan seblak basah yang berkuah, dengan variasi nama mengikuti topping seperti seblak ceker, seblak makaroni, seblak mie, hingga seblak aci.
Asal Usul Seblak: Antara Cianjur dan Bandung
Perdebatan asal muasal seblak sering kali menyebut dua kota di Jawa Barat, yaitu Cianjur dan Bandung. Beberapa sumber menyebutkan seblak pertama kali muncul di Cianjur, sementara yang lain meyakini Bandung sebagai tempat kelahirannya. Sayangnya, tidak ada bukti tertulis yang bisa memastikan kapan dan di mana seblak pertama kali dibuat. Meski demikian, klaim kuat mengarah pada Jawa Barat sebagai daerah asalnya.
Jejak Sejarah dan Kemiripan dengan Krupuk Godog
Mengapa sebagian orang mengira seblak berasal dari Jawa Tengah? Rupanya ada kemiripan dengan makanan khas Sumpiuh, Banyumas, yang bernama krupuk godog atau kerupuk rebus. Krupuk godog sudah populer sejak tahun 1940-an, jauh sebelum seblak mencuat sekitar awal 2000-an. Kesamaan konsep merebus kerupuk dengan bumbu kencur membuat keduanya sering disandingkan, meskipun keduanya berkembang dalam tradisi kuliner yang berbeda.
Mengapa Jawa Barat Menjadi Klaim Terkuat?
Salah satu petunjuk kuat asal seblak adalah namanya yang berkaitan dengan bahasa Sunda. Kata seblak diyakini berasal dari sebutan untuk kencur dan cikur dalam bahasa Sunda, yang menjadi bumbu khas masakan ini. Sejalan dengan kebiasaan masyarakat Sunda yang gemar lalapan, seperti diulas dalam alasan orang Sunda suka lalapan, seblak pun lahir dari dapur yang sama kaya bumbu. Budaya kuliner Sunda yang kaya rempah semakin memperkuat dugaan bahwa seblak adalah warisan asli Jawa Barat.
Seblak Masa Kini: dari Kaki Lima hingga Restoran
Kini seblak bukan lagi jajanan sederhana. Kepopulerannya meroket sejak tahun 2000-an, dan kini mudah ditemui dari pedagang kaki lima hingga restoran bintang lima. Berbagai inovasi topping dan level kepedasan membuat seblak tetap relevan di lidah generasi muda, bahkan menjadi menu andalan di banyak warung dan kafe.
Dari perdebatan asal usulnya, satu hal yang pasti: seblak telah menjadi bagian tak terpisahkan dari khazanah kuliner Indonesia. Bagi kamu yang penasaran dengan cerita kuliner lain atau ingin berdiskusi lebih jauh, kunjungi hellowayang.com/chat dan bagikan pengalamanmu seputar seblak favoritmu!
Sumber
- food.detik.com (diakses dari materi sumber artikel seblak)