Pernahkah kamu membayangkan sarapan manis yang terbuat dari kacang hijau dan cakwe dengan kuah kental? Di Singkawang, Kalimantan Barat, ada kuliner unik bernama bubur gunting yang wajib dicoba saat pagi hari. Meski namanya terdengar aneh, hidangan ini justru menjadi favorit warga lokal maupun wisatawan karena rasanya yang manis legit dan teksturnya yang beragam.
Mengenal Bubur Gunting Singkawang
Bubur gunting bukanlah bubur biasa. Hidangan ini terbuat dari kacang hijau tanpa kulit, lalu disajikan bersama potongan cakwe atau roti goreng dalam mangkuk kecil. Kuahnya yang kental dan bening berpadu dengan kacang hijau kuning yang tampak berkilau, menciptakan perpaduan rasa gurih dan manis yang khas.
Asal Usul Nama dan Sejarahnya
Resep bubur gunting merupakan warisan turun-temurun dari warga keturunan Tionghoa di Singkawang. Dalam bahasa Hakka, makanan ini disebut Liuk Theu San yang berarti ‘kacang hijau bagaikan berlian’, karena kacang hijau kupas yang mengkilap di dalam kuah bening tampak seperti butiran permata. Masyarakat Tio Ciu menyebutnya Lek Tau Suan, sedangkan orang Indonesia menamainya bubur gunting karena cakwe panjang dipotong kecil-kecil menggunakan gunting.
Variasi Cakwe: Biasa atau Garing
Salah satu daya tarik bubur gunting adalah pilihan tekstur cakwenya. Penjual biasanya menyediakan dua jenis: cakwe biasa yang lembut dan empuk, serta cakwe garing yang renyah dan berbunyi kriuk saat digigit. Kamu juga bisa meminta campuran keduanya jika ingin menikmati kedua sensasi dalam satu mangkuk. Banyak pedagang membuat cakwe sendiri agar cita rasanya tetap sesuai resep asli.
Proses Pembuatan yang Penuh Kesabaran
Bahan-bahan untuk membuat bubur gunting sebenarnya sederhana: tepung kanji, kacang hijau, daun pandan, dan gula putih. Sama seperti banyak jajanan tradisional Indonesia lainnya, seperti kue jongkong dari Bangka Belitung, bubur gunting mengandalkan bahan-bahan sederhana namun diolah dengan teknik yang teliti. Proses memasak kuahnya membutuhkan perhatian ekstra karena adonan tepung kanji harus terus diaduk hingga kekentalannya pas. Beberapa penjual mengukus kacang hijau terlebih dahulu, sementara yang lain merebusnya, tergantung resep masing-masing.
Harga Terjangkau dan Tempat Menikmati
Bubur gunting banyak dijajakan di pinggir jalan kota Singkawang, terutama saat pagi hari. Harganya sangat ramah di kantong, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi. Dengan harga segitu, kamu sudah bisa menikmati semangkuk sarapan manis yang mengenyangkan dan penuh cerita budaya.
Ingin tahu lebih banyak tentang kuliner khas Nusantara atau berbagi pengalaman wisata kulinermu? Yuk, bergabung dan ngobrol seru di hellowayang.com/chat.
Sumber
- Merahputih.com - Bubur Gunting Khas Singkawang