Test our Agent, Currently We are on Alpha↗
Hellowayang Hellowayang WIB
← Kembali ke Semua Artikel
Kuliner Nusantara

Kue Cubit: Jajanan Favorit yang Berakar dari Kuliner Belanda

Tanggal Terbit
17 Agustus 2026
Waktu Baca
2 Menit
Kategori
Kuliner Nusantara
Penulis
Tim Hellowayang

Siapa yang tidak kenal kue cubit? Jajanan mungil ini selalu punya tempat di hati, terutama saat melihat proses pembuatannya yang unik—adonan dituang ke cetakan kecil lalu ‘dicubit’ dengan alat capit saat matang. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuatnya tak pernah kehilangan penggemar. Namun, tahukah Anda bahwa kue cubit diduga bukan jajanan asli Indonesia, melainkan berakar dari kuliner Belanda?

Asal-usul Nama Kue Cubit

Tidak ada catatan resmi yang menjelaskan mengapa jajanan ini dinamakan kue cubit. Namun, banyak yang meyakini bahwa nama ‘cubit’ berasal dari proses pembuatannya. Saat matang, pedagang akan mencubit atau menjepit kue dari cetakan menggunakan alat capit. Dari situlah istilah kue cubit diperkirakan muncul. Bentuknya biasanya bulat mungil dengan diameter sekitar empat sentimeter, tetapi beberapa penjual juga membuat versi yang bentuknya tidak beraturan—dijuluki ‘laba-laba’ karena mirip jaring laba-laba.

Dari Mana Kue Cubit Berasal?

Asal-usul kue cubit masih diperdebatkan hingga kini. Beberapa kota seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung bahkan menjadikannya sebagai ikon kuliner. Meski begitu, banyak yang tidak menyangka bahwa jajanan manis ini kemungkinan besar berakar dari kuliner Belanda. Bangsa kolonial memang meninggalkan banyak warisan, salah satunya tradisi kuliner. Kue cubit diduga kuat merupakan adaptasi dari poffertjes, panekuk mini khas Belanda. Menariknya, jajanan tradisional lain seperti kue jongkong juga punya sejarah dan kekhasan tersendiri di daerah asalnya.

Poffertjes: Leluhur Kue Cubit dari Belanda

Poffertjes adalah panekuk mini yang populer di Belanda. Sama seperti kue cubit di Indonesia, poffertjes biasa dijual oleh pedagang kaki lima di pasar, festival, hingga alun-alun. Bahan dasar dan cara pembuatannya pun hampir identik dengan kue cubit. Perbedaannya terletak pada penyajian: poffertjes secara tradisional ditaburi gula bubuk atau diberi satu sendok mentega, sementara kue cubit biasanya disajikan polos atau ditaburi butiran cokelat (meses). Kemiripan ini semakin memperkuat dugaan bahwa kue cubit adalah versi lokal dari poffertjes.

Inovasi Kue Cubit Masa Kini

Seiring perkembangan zaman, kue cubit tidak lagi hanya polos atau cokelat. Banyak pedagang kini berkreasi dengan berbagai topping kekinian, mulai dari green tea, Kit Kat, Nutella, hingga marshmallow. Inovasi ini membuat kue cubit semakin digemari oleh berbagai kalangan, tanpa meninggalkan cita rasa klasiknya yang manis dan lembut.

Kue cubit bukan sekadar jajanan nostalgia; ia juga menyimpan jejak sejarah kuliner Nusantara yang dipengaruhi Belanda. Ingin tahu lebih banyak tentang kuliner khas Indonesia atau berbagi pengalaman mencicipi kue cubit favoritmu? Kunjungi dan ajak teman ngobrol di hellowayang.com/chat!

Sumber

  • Fimela.com - Kue Cubit: Jajanan Keturunan Kuliner Belanda
ChatGPT nebak. Hellowayang ngutip.

Jawaban Real-Time, Selalu dengan Sumbernya

Tanya apa saja tentang Indonesia — regulasi, budaya, data ekonomi — dan dapatkan jawaban real-time dengan sumbernya. Gratis untuk mulai.

Mulai Chat Gratis →