Siapa yang bisa menolak perpaduan renyahnya biskuit dan lembutnya tape singkong yang manis asam? Kue gabin tape adalah salah satu camilan lawas yang berhasil memikat lidah banyak orang, terutama mereka yang tumbuh di era 90-an. Meski sederhana, kudapan berbentuk sandwich ini punya cerita dan cita rasa yang layak untuk dikenang.
Asal Usul dan Keunikan Gabin
Gabin sebenarnya adalah nama merek biskuit yang sangat populer di Samarinda, Kalimantan Timur. Pada dekade 1990-an, camilan ini banyak dijajakan dengan harga yang sangat terjangkau, sekitar Rp500 per buah. Bentuknya yang persegi empat membuat biskuit ini mudah dikreasikan menjadi aneka olahan, salah satunya adalah gabin tape.
Rasa dan Tekstur yang Bikin Ketagihan
Kue gabin tape menawarkan sensasi rasa yang unik: manis dari tape dan susu, asam alami dari fermentasi singkong, serta gurih dari biskuit yang digoreng. Teksturnya pun kontras—bagian luar renyah dan garing, sementara bagian dalamnya lembut dan creamy. Perpaduan ini membuat gabin tape cocok dinikmati kapan saja, baik sebagai sarapan ringan maupun teman minum teh atau kopi di sore hari.
Bahan dan Cara Membuat Kue Gabin Tape
Membuat kue gabin tape ternyata tidak sulit. Bahan-bahan yang diperlukan hanya tape singkong, biskuit gabin, tepung terigu, gula pasir, susu kental manis, air, dan minyak goreng. Pertama, campurkan tape singkong, gula pasir, susu kental manis, dan tepung terigu hingga rata. Tambahkan air sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
Setelah adonan isian tercampur, masak di atas api kecil sambil sesekali diaduk hingga meletup-letup dan mengental. Angkat dan biarkan dingin sebentar. Selanjutnya, ambil dua keping biskuit gabin, letakkan satu sendok makan isian tape di tengahnya, lalu tutup dengan biskuit lain. Ulangi hingga semua bahan habis. Goreng dalam minyak panas hingga kedua sisinya berwarna kecoklatan, angkat, dan tiriskan.
Variasi Isian Selain Tape
Meski tape singkong adalah isian yang paling legendaris, sebenarnya biskuit gabin juga bisa diisi dengan vla kacang hijau, cokelat, vanilla, hingga durian. Setiap isian memberikan karakter rasa yang berbeda, sehingga kamu bisa memilih sesuai selera. Namun, bagi banyak orang, gabin tape tetap punya tempat istimewa karena kesederhanaan dan kenangan masa kecilnya. Menariknya, camilan tradisional seperti ini jarang ditemukan lagi di pasaran, mirip dengan Kue Jongkong yang juga mulai langka.
Tips Menikmati dan Menyimpan Gabin Tape
Agar rasa kue gabin tape semakin nikmat, sajikan selagi hangat setelah digoreng. Jika tidak langsung habis, simpan dalam wadah kedap udara setelah dingin agar tetap renyah. Hangatkan sebentar di oven atau wajan anti lengket sebelum disantap kembali.
Kue gabin tape adalah bukti bahwa camilan sederhana bisa meninggalkan kesan mendalam. Dengan bahan yang mudah didapat dan cara pembuatan yang praktis, kamu bisa menghadirkan kembali nostalgia rasa di rumah. Ingin tahu lebih banyak tentang kuliner Nusantara dan cerita di baliknya? Kunjungi hellowayang.com/chat untuk berdiskusi atau berbagi pengalaman kuliner favoritmu.
Sumber
- Artikel ‘Mengenal Kue Gabin Tape’ di Tribun Jateng (https://jateng.tribunnews.com/)