Bandung bukan sekadar kota kembang dengan udara sejuk dan kuliner yang menggoda. Di balik gedung-gedung tuanya tersimpan sirine yang dulu meraung menandai perang, laboratorium geologi berusia hampir seabad, galeri patung berkelas dunia, hingga jejak seorang perempuan yang berani membuka sekolah saat kaumnya masih dilarang belajar. Mari telusuri empat sisi Kota Bandung yang jarang diceritakan lengkap.
Sirine di Puncak Gedung Sate
Selain lorong rahasia yang kerap jadi bahan cerita, Gedung Sate menyimpan satu benda istimewa di ruangan paling atasnya. Di tengah ruang yang dikelilingi dinding kaca, terpasang sebuah mesin sirine yang menjadi saksi masa lalu bangunan ikonik ini.
Sirine buatan Swedia itu dahulu berfungsi sebagai penanda perang. Konon suaranya begitu menggelegar sehingga masih bisa terdengar hingga Cianjur, Pengalengan, dan Cicalengka—wilayah yang jaraknya puluhan kilometer dari pusat Kota Bandung.
Museum Geologi: Warisan Ilmu Pengetahuan 1929
Sebelum menjadi museum yang ramai dikunjungi pelajar, bangunan ini awalnya adalah gedung perkantoran yang difungsikan sebagai laboratorium sekaligus tempat penyimpanan hasil survei geologi. Namanya kala itu Dienst van den Mijnbouw, dan pengelolaannya berada di bawah lembaga penyelidikan geologi bernama Dienst van het Mijnwezen.
Museum Geologi diresmikan pada 16 Mei 1929, bertepatan dengan pembukaan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-IV yang digelar di Institut Teknologi Bandung. Bagi yang gemar menyusuri jejak koleksi bersejarah, tempat ini bisa dipadukan dengan kunjungan ke museum lain seperti Museum Bahari di Jakarta yang sama-sama menyimpan cerita masa kolonial.
NuArt Sculpture Park, Rumah Karya Nyoman Nuarta
Tak jauh dari Gerbang Keluar Tol Pasteur, terdapat NuArt Sculpture Park, sebuah galeri yang memajang karya-karya Nyoman Nuarta. Nama seniman ini tentu tak asing, sebab ia adalah salah satu perupa di balik patung monumental Garuda Wisnu Kencana Cultural Park di Bali.
Kehadiran galeri ini menegaskan bahwa Bandung juga menjadi ruang tumbuh bagi seni patung kontemporer. Pengunjung dapat menikmati karya-karya berskala besar sekaligus mengenal proses kreatif salah satu pematung paling berpengaruh di Indonesia.
Dewi Sartika, Perintis Pendidikan Perempuan
Bandung juga tanah kelahiran Dewi Sartika, tokoh yang dikenal sebagai perintis pendidikan bagi kaum perempuan. Ia lahir pada 4 Desember 1884 dan mendirikan sekolah pertama yang khusus diperuntukkan bagi perempuan di masa ketika kesempatan itu masih sangat langka.
Selain aktif mendirikan sekolah, Dewi Sartika juga rajin menulis. Salah satu karyanya yang paling dikenal berjudul De Inlandsche Vrouw atau Wanita Bumiputera, sebuah tulisan yang menyuarakan posisi dan hak perempuan pribumi pada zamannya.
Dari sirine yang pernah meraung hingga sekolah pertama untuk perempuan, Bandung menyimpan lapisan cerita yang layak ditelusuri langsung. Ingin merancang rute jalan-jalan bertema sejarah dan budaya di Bandung, atau menggali kisah warisan Nusantara lainnya? Mulai obrolanmu bersama Hellowayang di hellowayang.com/chat dan temukan sisi Indonesia yang belum pernah kamu dengar.
Sumber
- Materi Jalan Bareng HW: Bandung — Hellowayang
- Catatan sejarah dan koleksi Museum Geologi Bandung (diresmikan 16 Mei 1929)
- Profil NuArt Sculpture Park, galeri karya Nyoman Nuarta, Bandung
- Riwayat Dewi Sartika (lahir 4 Desember 1884) dan karyanya “De Inlandsche Vrouw”