Test our Agent, Currently We are on Alpha↗
Hellowayang Hellowayang WIB
← Kembali ke Semua Artikel
Kuliner Nusantara

Nasi Balap Puyung: Kuliner Pedas Lombok Tengah dengan Cerita Unik

Tanggal Terbit
25 Agustus 2026
Waktu Baca
2 Menit
Kategori
Kuliner Nusantara
Penulis
Tim Hellowayang

Bagi para pencinta kuliner pedas, Nasi Balap Puyung dari Lombok Tengah adalah hidangan yang wajib masuk daftar buruan. Perpaduan rasa pedas, gurih, dan aroma daun pisang menciptakan sensasi makan yang sulit dilupakan. Tidak hanya lezat, makanan ini juga menyimpan cerita unik di balik namanya.

Kenikmatan dalam Sepiring Nasi Balap Puyung

Satu porsi Nasi Balap Puyung biasanya terdiri dari nasi putih yang dialasi daun pisang, kemudian ditambah ayam suwir berbumbu, sayur kacang panjang, kentang kriuk, abon sapi, dan satu potong ayam goreng kampung. Semua komponen itu menyatu saat disantap, menghasilkan rasa pedas dan gurih yang kaya. Aroma khas daun pisang turut memperkuat kelezatannya.

Tak heran banyak orang merasa satu porsi saja tidak cukup. Bila kamu tertarik mencoba kuliner Lombok lainnya, Sate Rembiga juga bisa menjadi pilihan dengan bumbu pedas manisnya yang khas.

Rahasia Kelezatan Ayam Suwir

Ciri khas Nasi Balap Puyung terletak pada ayam suwirnya. Ayam suwir ini diolah menggunakan bumbu khusus yang tidak dimiliki hidangan sejenis, sehingga memberikan rasa yang berbeda dan mudah dikenali. Kombinasi bumbu itulah yang membuat nasi balap puyung begitu digemari.

Dua Versi Asal Usul Nama

Di balik kenikmatannya, terdapat dua versi cerita yang menjelaskan asal usul nama Nasi Balap Puyung. Kedua versi ini berkembang di masyarakat Lombok Tengah dan sama-sama menarik untuk disimak.

Versi Pertama: Balapan Motor Malam Hari

Versi pertama mengaitkan nama nasi ini dengan kegiatan balapan motor yang sering diadakan di beberapa wilayah Kabupaten Lombok Tengah, khususnya pada malam hari. Para peserta dan penonton balapan itu kerap menjadi pelanggan setia warung Nasi Puyung. Lama-kelamaan, karena selalu dikaitkan dengan balapan motor, hidangan tersebut populer dengan sebutan Nasi Balap Puyung.

Versi Kedua: Proses Penyajian yang Cepat

Sementara itu, versi kedua menuturkan bahwa istilah Nasi Balap muncul karena proses pembuatan hidangan ini yang terbilang cepat. Orang Lombok lantas menyebutnya Nasi Balap karena penyajiannya yang praktis dan tidak memakan waktu lama.

Cocok Disantap Setelah Menonton MotoGP Mandalika

Bertepatan dengan gelaran MotoGP Mandalika 2022, Nasi Balap Puyung menjadi rekomendasi kuliner yang sayang untuk dilewatkan. Setelah puas menyaksikan balapan, para penonton bisa melengkapi pengalaman dengan mencicipi nasi pedas yang menggugah selera ini.

Penasaran dengan kuliner Nusantara lainnya? Jangan ragu untuk menjelajah lebih banyak cerita dan rekomendasi di hellowayang.com/chat agar perjalanan kulinermu semakin berkesan.

Sumber

  • Liputan6.com
ChatGPT nebak. Hellowayang ngutip.

Jawaban Real-Time, Selalu dengan Sumbernya

Tanya apa saja tentang Indonesia — regulasi, budaya, data ekonomi — dan dapatkan jawaban real-time dengan sumbernya. Gratis untuk mulai.

Mulai Chat Gratis →