Test our Agent, Currently We are on Alpha↗
Hellowayang Hellowayang WIB
← Kembali ke Semua Artikel
Budaya & Tradisi

Pesona Bengkulu: Pulau Tikus, Batik Besurek & Kulit Lantung

Tanggal Terbit
23 Juli 2026
Waktu Baca
2 Menit
Kategori
Budaya & Tradisi
Penulis
Tim Hellowayang

Terselip di pesisir barat Sumatra, Bengkulu menyimpan kekayaan yang jarang masuk daftar liburan orang kebanyakan — sebuah pulau mungil tanpa penghuni yang bisa dijelajahi seharian, sehelai batik bernuansa kaligrafi yang usianya menembus abad ke-16, hingga kerajinan dari kulit pohon hutan yang disulap jadi tas dan kalung. Inilah empat wajah Bengkulu yang membuktikan bahwa keindahan alam dan kepiawaian tangan penduduknya berjalan seiring.

Pulau Tikus, Surga Kecil untuk One-Day-Trip

Jangan tertipu namanya. Pulau Tikus adalah pulau tak berpenghuni yang justru menawarkan ketenangan sempurna bagi siapa pun yang ingin lepas dari hiruk-pikuk. Ukurannya yang ringkas membuatnya ideal dijelajahi ala one-day-trip, cukup satu hari untuk menyentuh hampir setiap sudutnya.

Namun jika ingin benar-benar tuntas menikmati pulau ini, tidak ada salahnya menyempatkan diri bermalam. Dengan menginap, kamu bisa meresapi pergantian suasananya secara utuh — dari kehangatan pagi, teriknya siang, semburat senja, hingga sunyi malam yang hanya ditemani debur ombak.

Batik Besurek, Kaligrafi yang Menari di Atas Kain

Batik kain Besurek adalah kerajinan khas Bengkulu yang telah eksis sejak abad ke-16. Ciri paling menonjol dari kain ini adalah nuansa islaminya yang kental. Tak jarang seni kaligrafi hadir menempel indah di permukaan kain, menjadikan setiap helainya terasa seperti karya seni sekaligus penanda identitas.

Lebih dari sekadar goresan huruf, Batik Besurek juga menampilkan budaya dan keunikan lokal Bengkulu dalam motif-motifnya. Perpaduan antara sentuhan religius dan kearifan setempat ini menempatkannya sejajar dengan warisan wastra Nusantara lain yang sarat makna, seperti Batik Madura yang juga menyimpan filosofi di balik tiap motifnya.

Kain Delamak, Tenun dari Benang Tumbuhan Menjalar

Beranjak dari batik, Bengkulu juga punya kain tenun Delamak yang berasal dari Kabupaten Kaur, serta dikenal pula di Kabupaten Rejang Lebong. Yang membuatnya istimewa adalah bahan dasarnya: benang kloi yang diambil dari tumbuhan menjalar dan diolah menjadi helai-helai benang siap tenun.

Motif-motif yang menghias tenun Delamak pun begitu dekat dengan lanskap dan kehidupan masyarakatnya, mulai dari garis pantai, pucuk rebung, siku keluang, hingga gambar perahu dan manusia. Ragam corak ini seolah merekam hubungan erat antara warga Bengkulu dengan laut serta alam sekitarnya.

Kerajinan Kulit Lantung, Kreativitas dari Kulit Pohon Hutan

Kerajinan Kulit Lantung menjadi bukti nyata betapa tingginya kreativitas orang Bengkulu dalam mengolah kekayaan alam di sekitarnya. Bahan dasarnya diambil dari kulit pohon Terap (Artocarpus elasticus), pohon karet buatan, dan pohon ibuh yang tumbuh liar di berbagai kawasan hutan Provinsi Bengkulu.

Pohon-pohon tersebut bisa ditemukan mulai dari Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, hingga Muko-Muko. Dari kulit pohon yang sederhana itu, tangan-tangan terampil menyulapnya menjadi beragam produk bernilai, mulai dari tas sampai kalung — sebuah oleh-oleh yang tak akan kamu temukan di sembarang tempat.

Bengkulu adalah bukti bahwa keindahan sejati kerap bersembunyi di tempat yang tak terduga. Dari Pulau Tikus yang sunyi hingga kerajinan kulit lantung yang penuh kreativitas, provinsi ini layak masuk daftar petualanganmu berikutnya. Ingin merancang rute jelajah budaya Nusantara yang lebih dalam? Mulai obrolanmu bersama Hellowayang di hellowayang.com/chat dan temukan cerita-cerita yang belum banyak diketahui.

Sumber

  • Materi “Jalan Bareng HW: Bengkulu” — Pulau Tikus, Batik Besurek, Kain Delamak, dan Kerajinan Kulit Lantung.
ChatGPT nebak. Hellowayang ngutip.

Jawaban Real-Time, Selalu dengan Sumbernya

Tanya apa saja tentang Indonesia — regulasi, budaya, data ekonomi — dan dapatkan jawaban real-time dengan sumbernya. Gratis untuk mulai.

Mulai Chat Gratis →