Bayangkan pantai berair jernih tempat kamu bisa melihat dasar laut dari atas pondok kayu, lalu di daratannya menemukan kain batik bermotif rempah, tenun ikat penuh warna, sampai aroma minyak kayu putih yang khas. Semua itu ada di Maluku, provinsi kepulauan di timur Indonesia yang menyimpan kekayaan alam dan budaya jauh lebih besar daripada yang biasa muncul di buku pelajaran. Dari Pulau Seram hingga Pulau Buru, inilah beberapa pesona Maluku yang layak masuk daftar perjalanan berikutnya.
Maluku, Negeri Rempah yang Menyimpan Banyak Cerita
Sejak era kolonial, Maluku dikenal sebagai salah satu daerah penghasil rempah terkemuka di dunia. Reputasi itu bukan sekadar catatan sejarah, tetapi juga meninggalkan jejak yang masih hidup dalam kesenian, kuliner, dan cara masyarakatnya memaknai alam. Rempah menjelma menjadi motif kain, hasil bumi berubah menjadi oleh-oleh khas, dan pantai-pantainya menjadi ruang bertemunya suku-suku asli dengan pengunjung dari luar.
Karena itu, menjelajahi Maluku terasa seperti membuka beberapa lapisan cerita sekaligus. Ada sisi alam yang memukau, ada warisan budaya yang diwariskan turun-temurun, dan ada tradisi yang bertahan meski zaman terus berubah. Empat hal berikut menggambarkan betapa beragamnya wajah Maluku.
Pantai Ora, Surga Tersembunyi di Pulau Seram
Pantai Ora berada di Pulau Seram, tepatnya di Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Lokasinya diapit dua desa yang dijuluki desa adat atau negeri adat, yakni Desa Saleman dan Desa Sawai. Kawasan ini dihuni dua suku asli, yaitu Suku Alifuru dan Suku Hoaulu, sehingga berkunjung ke sini bukan hanya soal menikmati pemandangan, melainkan juga menyapa masyarakat yang menjaganya.
Bagi kamu yang menyukai wisata alam, Pantai Ora menawarkan banyak kegiatan. Kamu bisa berenang di airnya yang jernih, ber-snorkeling menyusuri kehidupan bawah lautnya, atau sekadar berjalan-jalan mengunjungi kampung-kampung di sekitarnya untuk mengenal keseharian warga setempat.
Batik Maluku, Motif Rempah dari Timur Indonesia
Salah satu kekayaan budaya Maluku yang menarik adalah batiknya. Sebagai daerah yang sudah lama dikenal sebagai penghasil rempah sejak masa kolonial, tidak mengherankan jika Batik Maluku banyak menampilkan motif-motif rempah khas Indonesia bagian timur. Corak inilah yang membuatnya berbeda dari batik daerah lain.
Ciri khas Batik Maluku terletak pada motif dan langgamnya yang menjadi representasi budaya lokal. Setiap goresannya seolah menceritakan identitas daerah, mulai dari hasil bumi hingga kehidupan masyarakat setempat, sehingga kain ini bukan sekadar busana, melainkan juga cara Maluku memperkenalkan dirinya.
Tenun Tanimbar dan Perajin yang Kian Menua
Beranjak ke Kabupaten Maluku Tenggara Barat, kita menemukan Tanimbar, daerah yang memiliki kain tradisional berupa tenun ikat dengan motif dan warna yang cukup beragam. Sebagian besar Tenun Tanimbar dikenali dari garis-garis yang diselingi corak, yang umumnya diadopsi dari alam dan aktivitas masyarakat sehari-hari. Tanimbar sendiri kaya akan tradisi, termasuk kearifan lokal seperti Duan dan Lolat yang memuliakan perempuan.
Sayangnya, kelestarian tenun ini menghadapi tantangan tersendiri. Tenun Tanimbar dibuat oleh para perajin perempuan yang usianya sudah tidak muda lagi, sementara jumlah mereka pun kian sedikit. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa mewariskan keterampilan menenun kepada generasi berikutnya sama pentingnya dengan menikmati keindahan kainnya.
Minyak Kayu Putih, Harum Khas Pulau Buru
Belakangan, kayu putih sempat ramai diperbincangkan karena disebut-sebut mampu menghalau virus corona. Klaim itu memang masih menuai polemik, tetapi jauh sebelum ramai dibahas, kayu putih sudah lama dikenal bermanfaat, mulai dari sisi kesehatan hingga menghidupkan sektor pariwisata. Salah satu daerah penghasil kayu putih terbaik di Indonesia adalah Pulau Buru.
Menurut Ketua PC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Buru, Figi Ode Marhum, kayu putih bahkan selalu menjadi incaran wisatawan sebagai oleh-oleh khas Pulau Buru. Aromanya yang khas menjadikannya buah tangan yang mudah dikenali sekaligus mengingatkan pada perjalanan ke tanah Maluku.
Dari Pantai Ora yang memesona sampai wangi minyak kayu putih Pulau Buru, Maluku membuktikan bahwa timur Indonesia punya banyak cerita untuk dibagikan. Ingin menggali lebih dalam soal budaya Nusantara, atau merencanakan perjalanan ke daerah-daerah seperti ini? Ngobrol saja langsung dengan Hellowayang lewat hellowayang.com/chat dan temukan inspirasi berikutnya.
Sumber
- Materi Jalan Bareng Hellowayang: Ambon — Pantai Ora, Pulau Seram, Kabupaten Maluku Tengah
- Materi Jalan Bareng Hellowayang: Ambon — Batik Maluku dan motif rempah khas Indonesia timur
- Materi Jalan Bareng Hellowayang: Ambon — Tenun Tanimbar, Kabupaten Maluku Tenggara Barat
- Materi Jalan Bareng Hellowayang: Ambon — Minyak kayu putih Pulau Buru, keterangan Figi Ode Marhum (Ketua PC HPI Kabupaten Buru)