Test our Agent, Currently We are on Alpha↗
Hellowayang Hellowayang WIB
← Kembali ke Semua Artikel
Sejarah & Kerajaan

Sejarah Kostrad: Dari KORRA I/CADUAD hingga Merebut Irian Barat

Tanggal Terbit
21 Juli 2026
Waktu Baca
3 Menit
Kategori
Sejarah & Kerajaan
Penulis
Tim Hellowayang

Setiap tanggal 6 Maret, salah satu pasukan paling disegani di tubuh TNI Angkatan Darat memperingati hari kelahirannya. Namun sedikit yang tahu bahwa Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) tidak lahir dengan nama itu, melainkan tumbuh dari sebuah korps yang dibentuk untuk satu misi besar: merebut Irian Barat dari genggaman Belanda. Di balik nama yang kini kita kenal, ada kisah Trikora, Operasi Mandala, dan sosok Soeharto muda yang memimpin di garis depan.

Apa Itu Kostrad dan Apa Tugasnya

Kostrad adalah bagian dari TNI AD yang mengemban tugas membina sekaligus menyelenggarakan operasi pertahanan pada tingkat strategis, mengikuti kebijaksanaan Panglima TNI. Kekuatannya bertumpu pada satu Divisi Infanteri yang di dalamnya terdapat pasukan inti berupa satu Brigade Para, ditambah satuan Bantuan Tempur (Banpur) dan satuan Bantuan Administrasi (Banmin).

Yang menarik, personel Kostrad tidak berasal dari satu tempat saja. Anggotanya direkrut dari berbagai Kodam yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, serta dari pendidikan dasar masing-masing kecabangan. Komposisi inilah yang membuat Kostrad menjadi pasukan cadangan strategis dengan jangkauan nasional.

Berawal dari KORRA I/CADUAD pada 1961

Cikal bakal Kostrad diresmikan pada 6 Maret 1961, tetapi bukan dengan nama yang sekarang. Saat itu satuan ini bernama Korps Tentara Ke-1/Cadangan Umum Angkatan Darat, atau disingkat KORRA I/CADUAD. Tanggal peresmian inilah yang kelak dijadikan hari lahir Kostrad.

Untuk memimpin korps baru tersebut, ditunjuklah Mayjen TNI Soeharto sebagai Panglima KORRA I/CADUAD. Ia didampingi Brigjen TNI Ahmad Wiranata Kusuma yang menjabat sebagai kepala staf. Sejak awal, korps ini memang disiapkan sebagai pasukan yang siap dikerahkan untuk tugas-tugas besar negara.

Trikora dan Panggilan Merebut Irian Barat

Baru sembilan bulan berdiri, KORRA I/CADUAD dihadapkan pada tantangan besar. Pada 19 Desember 1961, bertepatan dengan pelantikan para taruna Akademi Militer di Yogyakarta, Presiden Soekarno mengumandangkan Tri Komando Rakyat atau Trikora. Isinya tegas: gagalkan pembentukan negara Papua di Irian Barat, kibarkan bendera merah putih di sana, serta bersiap untuk mengadakan mobilisasi umum.

Meski usianya masih sangat muda, KORRA I/CADUAD justru dipercaya menjalankan operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda. Kepercayaan besar ini menjadi ujian pertama yang menentukan wibawa korps di masa mendatang.

Komando Mandala dan Operasi Jayawijaya

Untuk menopang Trikora, pada awal 1962 Presiden Soekarno membentuk Komando Mandala (Kola) melalui Keputusan Presiden No. I/1962 tertanggal 2 Januari 1962. Markas besarnya ditempatkan di wilayah timur Indonesia, tepatnya di Ujung Pandang atau kota Makassar. Kola menyatukan kekuatan TNI AD, AL, AU, para sukarelawan, hingga massa rakyat di bawah sandi Operasi Jayawijaya.

Sekali lagi Mayjen TNI Soeharto ditunjuk sebagai panglima, dengan kedudukan langsung di bawah Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat yang dijabat Presiden Soekarno sendiri. Operasi Jayawijaya dirancang untuk membebaskan Irian Barat melalui perang terbuka, andai perundingan damai dengan Belanda di New York menemui jalan buntu.

Kemenangan, Operasi Wisnumurti, dan Lahirnya Nama Kostrad

Menurut laman Kostrad.mil.id, KORRA I/CADUAD menurunkan satu Divisi penuh dalam operasi ini. Kekuatan tersebut membuat Belanda gentar dan akhirnya memilih menyerah tanpa syarat. Kemenangan ditandai dengan berkibarnya bendera merah putih di Irian Barat pada 1 Maret 1963. Setelahnya, misi dilanjutkan lewat Operasi Wisnumurti sebagai langkah konsolidasi yang bersifat pembinaan teritorial sekaligus operasi lintas udara, guna menyelenggarakan penyerahan kekuasaan pemerintahan Irian Barat dari UNTEA kepada pemerintah RI.

Berbekal pengalamannya sebagai Panglima Komando Mandala, Soeharto menggagas pentingnya sebuah pasukan cadangan strategis yang permanen. Gagasan itu disetujui melalui Surat Keputusan Kasad No. KPTS 178/2/1963 tertanggal 19 Februari 1963. Sejak saat itulah KORRA I/CADUAD resmi berganti nama menjadi Kostrad, nama yang bertahan hingga hari ini.

Sejarah Kostrad mengingatkan kita bahwa banyak institusi besar bangsa ini lahir dari momen genting dan keputusan berani. Ingin menyelami lebih banyak kisah sejarah dan kekayaan budaya Nusantara lainnya? Teruskan penelusuranmu dan ngobrol langsung bersama Hellowayang di hellowayang.com/chat.

Sumber

  • Kostrad.mil.id — Sejarah Komando Strategis Angkatan Darat
  • Materi: “Hari Kostrad 2023: Soeharto dan Pasukan Cadangan Strategis, Dari Korps Tentara Hingga Kostrad”
  • Keputusan Presiden No. I/1962 tentang pembentukan Komando Mandala
  • Surat Keputusan Kasad No. KPTS 178/2/1963 tentang penetapan nama Kostrad
ChatGPT nebak. Hellowayang ngutip.

Jawaban Real-Time, Selalu dengan Sumbernya

Tanya apa saja tentang Indonesia — regulasi, budaya, data ekonomi — dan dapatkan jawaban real-time dengan sumbernya. Gratis untuk mulai.

Mulai Chat Gratis →