Siapa sangka, tempe mendoan yang selama ini dianggap jajanan sederhana kini resmi menyandang predikat Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Kuliner khas Banyumas ini bukan sekadar camilan gurih, melainkan juga cerminan kearifan lokal yang telah bertahan lebih dari satu abad.
Pengakuan Resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda
Pada Oktober 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menetapkan 289 karya budaya sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Salah satu yang masuk dalam daftar bergengsi itu adalah tempe mendoan, makanan khas dari Banyumas, Jawa Tengah. Penetapan ini menjadi bukti bahwa kuliner tradisional memiliki peran penting dalam identitas bangsa.
Sejarah Panjang Tempe Mendoan
Keberadaan tempe mendoan tidak bisa dilepaskan dari sejarah tempe itu sendiri. Makanan berbahan dasar kedelai ini diyakini sudah ada sejak lebih dari satu abad lalu, hampir bersamaan dengan munculnya tempe di Nusantara. Kedelai sebagai bahan baku utamanya berasal dari China dan Indochina, yang kemudian menyebar hingga ke Indonesia dan diolah menjadi berbagai macam produk, termasuk tempe.
Di Banyumas, tempe mendoan mulai dikelola secara komersial sejak tahun 1960-an. Sejak saat itu, popularitasnya semakin meluas hingga menjadi salah satu ikon kuliner daerah yang dicari wisatawan.
Proses Pembuatan yang Unik
Ciri khas utama tempe mendoan terletak pada proses pembuatannya. Tempe yang digunakan adalah tempe khas Banyumas yang berbentuk tipis, berbeda dengan tempe pada umumnya. Setelah itu, tempe dibalur dengan campuran tepung dan bumbu, lalu digoreng dalam minyak panas hanya selama tiga sampai empat menit. Teknik menggoreng setengah matang inilah yang disebut ‘mendo’, sehingga tempe tidak menjadi renyah tetapi justru lembut dan basah.
Cita Rasa dan Cara Penyajian
Tempe mendoan paling nikmat disantap selagi hangat dengan sambal kecap yang pedas manis. Perpaduan tekstur lembut dari tempe dan balutan tepung yang gurih, ditambah sensasi sambal kecap, menjadikan camilan ini sulit untuk ditolak. Tak heran jika tempe mendoan sering dijadikan teman minum teh atau kopi di sore hari.
Warisan Kuliner Nusantara Lainnya yang Diakui
Selain tempe mendoan, masih banyak kuliner lain dari berbagai daerah yang juga masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda pada tahun yang sama. Beberapa di antaranya adalah thiwul Gunung Kidul dari Yogyakarta, serabi Notosuman dari Solo, rujak cingur dari Jawa Timur, hingga asinan Betawi dari Jakarta. Keberagaman ini menunjukkan betapa kayanya khazanah kuliner Indonesia yang patut kita banggakan, seperti halnya Sate Rembiga yang juga merupakan kekayaan kuliner daerah.
Sudahkah kamu mencicipi kelezatan tempe mendoan? Jika ingin berdiskusi lebih jauh tentang kuliner Nusantara atau mencari rekomendasi makanan khas daerah, jangan ragu untuk bertanya di hellowayang.com/chat. Temukan inspirasi dan cerita menarik seputar budaya Indonesia lainnya di sana.
Sumber
- Sindonews (lifestyle.sindonews.com): Tempe Mendoan Jadi Warisan Budaya