Di Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat, hidup salah satu suku tertua di Indonesia yang mempertahankan cara hidup selaras dengan alam. Suku Mentawai dikenal dunia lewat dua hal: kepercayaan Arat Sabulungan dan tato tubuh yang disebut sebagai salah satu yang tertua di dunia.
Penghuni Asli Kepulauan Mentawai
Suku Mentawai adalah penghuni asli Kepulauan Mentawai. Suku ini dikenal sebagai peramu, dan ketika pertama kali dipelajari belum mengenal bercocok tanam. Salah satu tradisi paling khas mereka adalah penggunaan tato di sekujur tubuh, yang terkait erat dengan peran dan status sosial pemakainya.
Arat Sabulungan, Kepercayaan yang Menghormati Alam
Suku Mentawai memiliki kepercayaan tersendiri bernama Arat Sabulungan. Nama Sabulungan lahir dari daun-daun (sabulungan) yang dipercaya menjadi perantara hubungan manusia dengan Tuhan, yang disebut Ulau Manua. Mereka percaya seluruh benda di alam semesta memiliki roh dan jiwa. Dari sini lahir sikap hormat orang Mentawai terhadap alam — jika alam dirusak, bencana pun akan datang.
Tato sebagai Identitas
Suku Mentawai dikenal dunia karena tatonya yang dianggap sebagai tato tertua di dunia. Tato bukan sekadar hiasan, melainkan identitas yang menggambarkan keseimbangan antara penghuni hutan dengan alam. Bahannya alami — arang yang terlebih dahulu didoakan oleh sang tetua sebelum ditorehkan. Tato juga menjadi hal wajib bagi Sikerei, dukun sekaligus tabib suku Mentawai.
Sikerei dan Kehidupan Spiritual
Kehidupan spiritual Mentawai berpusat pada Sikerei, sang tabib dan mediator roh leluhur, yang menyembuhkan lewat mantra dan tarian. Keselarasan dengan alam juga tampak dari kebiasaan makan mereka yang khas — termasuk Toek, kuliner ekstrim dari ulat kayu.
Ingin menelusuri sejarah dan budaya Nusantara lebih dalam — dengan jawaban yang bisa ditelusuri sumbernya? Tanyakan langsung di hellowayang.com/chat.
Sumber
- Knowledge base budaya Hellowayang — dikurasi dari repositori budaya dan literatur tradisi Nusantara
- Dokumentasi Suku Mentawai, Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat